Tuhan,
setelah perginya bolehkah aku merayu -Mu lagi? Seperti saat dulu
pertama kali aku memintanya lewat doa mesra penuh yakin.
Tuhan,
setelah tiadanya, bolehkah aku merayu -Mu lagi. Seperti saat dulu yang
siang malam tiada henti menyebut namanya untuk Engkau sandingkan dengan
ku yang tak punya apa-apa ini.
Tuhan, semoga Engkau tidak
mencemburuinya sebab dikataku hanya namanya yang selalu ku semogakan.
Sebuah rasa yang kini sedang bertahta di hati, letupan gejolak yang kian
tak mampu ku tutupi.
Tuhan, setelah perginya kini siang malam
tiada henti aku meratap diri. Padahal aku selalu percaya, yang Engkau
tuliskan untuk ku akan selalu kembali pada ku. Tetapi bagaimana bila
yang Engkau tuliskan itu, bukan dia? Maka bolehkah aku bersimpuh lalu
bersujud di kaki -Mu seraya meminta agar ia saja yang menjadi takdirku.
Tuhan, tiada cinta yang lebih besar selain Cinta -Mu pada hamba-hambamu, dan tiada cinta yang lebih agung selain mencintai -Mu.
Tuhan,
meski syukur sering kali luput dari alam sadarku tak sedikit pun Engkau
merasa rugi atas segala pemberian-Mu. Itulah yang aku suka dari Tuhan
ku, betapa diri-Nya sangat pemurah selalu dan terus begitu, memberi
tanpa kasih yang memilah.
Dan kali ini aku ingin merayu -Mu lagi Tuhan, ku mohon, kembalikan ia pada ku.

0 komentar:
Posting Komentar