Sulung

Sulung, manusia yang tak pernah berucap lelah meski sudah babak belur dihajar dunia. Tangisnya tak pernah terdengar, tersembunyi di balik sebuah pintu yang sunyi, sebuah pilihan agar tak seorang pun yang bisa tahu titik lemahnya..

Sebagai Sulung, pundaknya harus kuat, ada banyak bahagia yang bergantung di sana, malu  rasanya bila harus menangis dan terlihat lemah di hadapan orang-orang.

Meski Sulung kehilangan banyak waktu, karena semuanya habis untuk menjaga orang-orang terkasihnya. Sulung tak pernah berujar keluh, walau ia sendiri juga sangat butuh perlindungan.

Sulung adalah tameng untuk adik-adiknya, sekaligus mercusuar untuk orangtuanya. Baginya, setiap langkah kecil yang ia pilih, akan selalu ada langkah kecil yang mengikutinya secara perlahan. Sulung adalah manusia yang terus berujar maaf, bila kadang salah langkah.

Yang kuat ya Sulung, lukamu masih hangat. Manusia-manusia yang dewasa terlalu dini, menjadi tanggungjawab dan kebahagiaan orang lain.

Bagaimana pun itu, Sulung juga berhak terluka, berhak menangis, berhak lelah, berhak patah dan berhak berkata “Aku sedang tidak baik-baik saja”

Tapi ingat, tidak untuk selamanya. Sebab masih banyak tanggunjawab yang harus dipikul, yang harus dituntaskan dengan sebuah senyuman. Agar Sulung tetap menjadi tempat pulang ternyaman bagi adik-adiknya, dan tempat menggantungkan mimpi dan harapan orangtuanya.

0 komentar: