Masih saja terus berusaha menjadi cahaya untuk orang lain, padahal diri sendiri tengah berada di dalam gelap pekat.
Pernah suatu hari ingin sekali rasanya menyerah dan menyudahi semua masalah ini. Tapi sebagai manusia yang memiliki Tuhan, aku kembali tersadar betapa aku sangatlah hina bila mengakhiri semuanya begitu saja.
Aku paham tidak ada yang baik-baik saja dengan berbagai tumpukan masalah, namun bagaimana bisa manusia bertumbuh sebaik mungkin sebelum ia mendapati perubahan dengan banyak tempaan di dalamnya.
Pada akhirnya aku kembali percaya bertahan sekuat mungkin dan terus melawan apapun yang ada di depan sana. Setelah semua ini mungkin ada banyak yang mesti aku syukuri, mungkin aku tidak seberuntung orang lain yang tetap baik-baik saja atau bisa mendapatkan apapun yang ia mau dengan mudahnya.
Tapi orang lain belum tentu bisa sekuat aku.
Aku hanya harus terus percaya, suatu saat nanti kehidupanku akan berubah jauh lebih baik. Aku hanya perlu menikmati prosesnya.
Dan percayalah;
Kakimu tidak lamban! Hanya saja, mungkin beban yang kau pikul di pundak sedikit lebih berat. Kakimu tidak pendek! Hanya saja, mungkin ada tali ibah yang mengikatmu terlalu kuat. Mulutmu tidak lelah! Hanya saja, memang banyak hal yang sulit untuk dijelaskan dengan lantang. Matamu tidak buta! Hanya saja, pilihan jalan yang ditawarkan oleh semesta terkadang memang terlalu banyak. Telingamu tidak tuli! Hanya saja, semesta yang sekarang memang terlalu gaduh. Pikiranmu tidak rumit! Hanya saja, kesederhaan belum mendapatkan tempat yang layak di mata orang lain. Dan Hatimu tidak lemah! Hanya saja, cinta dan kasih sayang yang ada di dalam hatimu terlalu besar.
Jadi berhentilah selalu mengutuk dirimu sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar