Manusia Memiliki Hati yang Carut Marut

Tadinya ia utuh, setelah perjalanan panjang yang melelahkan menempuh sembuh.
Hingga kemudian, seseorang datang menawarkan secawang anggur, diiteguknya hingga mabuk.

Manusia memiliki hati yang carut marut, memelihara duka sendirian.

Yang datang tak terhingga, tapi lebih memilih setia pada yang pergi membawa berjuta perih.
Manusia terus mengulang-ngulang patah, padahal telah bersusah payah untuk sembuh.

Manusia kadang menyebalkan, menyerahkan seluruh jiwanya pada hati yang dipenuhi banyak pilihan. Dan abai pada hati yang hanya berisikan hanya dirinya.  

Hingga akhirnya, akal yang dibutahkan hasrat kewalahan menakar kebenaran.

Dan lalu waktu menampar sadarnya, setelah ada bagian dari dirinya yang dicuri tanpa pernah bisa kembali.

0 komentar: